
MALRA | Lintas-Pulau.com : Menyikapi konflik yang terjadi di Ohoi Danar Ternate, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, Maluku Tenggara (Malra), Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyerukan pesan damai kepada seluruh masyarakat, Sabtu (28/3/2026).
Dalam keterangannya, Gubernur mengajak seluruh pihak untuk menahan diri serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memperkeruh situasi.
Ia menegaskan pentingnya mengedepankan dialog, musyawarah, serta penyelesaian berbasis nilai-nilai adat dan kearifan lokal.
“Situasi ini harus kita sikapi dengan kepala dingin. Mari kita kedepankan semangat persaudaraan dan menyelesaikan persoalan dengan cara damai,” ujar Lewerissa.
Konflik yang terjadi diketahui menimbulkan korban jiwa, luka-luka, serta kerugian material. Pemerintah Provinsi Maluku, kata dia, menyampaikan duka cita mendalam kepada seluruh korban dan memastikan kehadiran negara dalam upaya penanganan serta pemulihan kondisi masyarakat.
Selain itu, Gubernur juga meminta aparat keamanan untuk bertindak cepat, tegas, dan terukur guna mengendalikan situasi serta menjamin keamanan warga.
Ia turut mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi bohong (hoaks) dan bersama-sama menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing.
Gubernur juga mengajak seluruh elemen, mulai dari tokoh adat, tokoh agama, pemuda, hingga perempuan, untuk bersinergi dengan pemerintah dan aparat keamanan dalam meredam konflik serta menciptakan suasana yang kondusif.
Sebagai tindak lanjut, pada Minggu (29/3/2026), Gubernur Hendrik Lewerissa melakukan kunjungan kerja ke Ohoi Danar guna meninjau langsung kondisi pascakonflik sekaligus menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak.
Diketahui kunjungan tersebut turut didampingi oleh Bupati Maluku Tenggara, M. Thaher Hanubun, serta jajaran pemerintah daerah.
Dalam kunjungan tersebut, sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Wakapolda Maluku, Kasdam XV/Pattimura, Kabinda Maluku, anggota DPRD Provinsi Maluku, Wakil Bupati Malra, Kepala Dinas Sosial Provinsi Maluku, Dansat Brimob Polda Maluku, Kasrem 151/Binaiya, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Maluku Tenggara.
Hadir pula pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Maluku Tenggara, Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah, para staf ahli bupati, asisten Setda, serta pimpinan perangkat daerah setempat.
Melalui kunjungan ini, pemerintah berharap proses pemulihan dapat berjalan cepat dan masyarakat kembali hidup rukun dalam semangat persaudaraan orang basudara serta nilai adat yang dijunjung tinggi di Maluku.