
TUAL | Lintas-Pulau.com : Pemerintah Kota Tual melalui Dinas Ketahanan Pangan memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat tetap aman menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), khususnya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kepastian tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kota Tual, Dominggus Kastanya, dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Ketupat Salawaku 2026 yang berlangsung di Aula Jana Nugraha Polres Tual, Kamis (5/3/2026).
Dalam paparannya, Dominggus menegaskan bahwa pihaknya melakukan pengawasan harian terhadap distribusi dan ketersediaan bahan pangan guna mengantisipasi potensi kelangkaan di tingkat pasar maupun distributor.
“Dinas Ketahanan Pangan setiap hari melakukan pemantauan dan perhitungan ketersediaan stok pangan di Kota Tual. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak terjadi kekurangan logistik selama momentum HBKN, terutama menjelang Idul Fitri,” ujarnya.
Berdasarkan data pemantauan terbaru, kebutuhan beras masyarakat Kota Tual diperkirakan mencapai sekitar 169,7 ton per minggu. Sementara itu, stok beras yang tersedia saat ini mencapai lebih dari 1.100 ton.
Dengan jumlah tersebut, pemerintah memastikan ketersediaan beras dalam kondisi aman dan diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga tiga bulan ke depan.
Selain beras, pemerintah juga memberi perhatian khusus pada komoditas strategis yang kerap memicu inflasi, seperti bawang merah dan cabai. Kedua komoditas tersebut masih bergantung pada pasokan dari luar daerah karena produksi lokal yang terbatas.
“Untuk mengantisipasi kekurangan, kami telah berkoordinasi dengan perusahaan pelayaran serta distributor yang saat ini sedang melakukan pemuatan tambahan stok. Langkah ini menjadi jaminan ketersediaan komoditas saat puncak HBKN nanti,” jelas Dominggus.
Di sisi lain, stabilitas harga bahan pokok juga terus dipantau melalui Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan yang dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Tual. Tim tersebut telah melakukan pemantauan lapangan sebanyak tiga kali, dengan pengecekan terakhir pada 28 Februari 2026.
Hasil pemantauan menunjukkan bahwa harga beras medium masih stabil dan sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). Sementara minyak goreng Minyakita yang disalurkan melalui Bulog juga dipastikan tidak dijual melebihi batas harga yang telah ditetapkan pemerintah.
Untuk beras premium, terjadi sedikit kenaikan harga akibat meningkatnya biaya operasional distribusi, namun masih dalam batas penyesuaian pasar.
Sementara itu, harga bawang merah tercatat berada di kisaran Rp50.000 per kilogram, bawang putih Rp40.000 per kilogram, dan cabai sekitar Rp100.000 per kilogram. Pemerintah berharap harga cabai dapat menurun setelah pasokan tambahan masuk ke pasar.
Meski sempat dilakukan panen bawang merah lokal bersama Wakil Wali Kota Tual, produksi tersebut dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan pasar secara menyeluruh karena masih memerlukan proses penjemuran sebelum dipasarkan.
Karena itu, pasokan dari luar daerah masih menjadi penopang utama untuk menjaga stabilitas ketersediaan komoditas tersebut.
Pemerintah Kota Tual menegaskan akan terus memperketat pengawasan distribusi bahan pokok selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Jika ditemukan distributor atau pedagang yang menaikkan harga secara sepihak di atas HET, tindakan tegas akan segera diambil.