
MALRA | Lintas-Pulau.com : Ketua DPRD Kabupaten Maluku Tenggara, Stepanus Layanan, secara tegas mendesak Polres Maluku Tenggara untuk mengusut tuntas kasus dugaan kekerasan yang menyebabkan meninggalnya Veronika Rahanyanat, seorang karyawan perempuan yang ditemukan tak bernyawa di lingkungan tempat kerjanya.
Pernyataan itu disampaikan Stepanus saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (26/2/2026). Ia menegaskan, penanganan kasus tersebut tidak boleh menyisakan keraguan publik, terlebih kematian korban terjadi di area perusahaan saat yang bersangkutan tengah menjalankan aktivitas pekerjaan.
“Kematian ini terjadi di lingkungan kerja. Maka seluruh pihak yang berada dalam lingkup perusahaan wajib diperiksa secara menyeluruh, termasuk rekan kerja hingga pemilik perusahaan,” tegas politisi PDI Perjuangan itu.
Kasus kematian Veronika memang telah memantik perhatian luas. Berbagai elemen masyarakat, mulai dari organisasi kepemudaan, organisasi kemahasiswaan hingga kelompok pemerhati perempuan, turut menyuarakan desakan agar penyelidikan dilakukan secara transparan dan profesional.
Mereka menilai masih terdapat sejumlah pertanyaan yang belum terjawab dalam proses penanganan perkara oleh aparat kepolisian.
Sebagai representasi rakyat, Stepanus menilai kepolisian memiliki tanggung jawab moral dan institusional untuk membuka secara terang-benderang fakta di balik kematian korban.
“Polres harus memeriksa semua pihak yang berkaitan. Jangan ada yang terlewat. Masyarakat Maluku Tenggara sedang menunggu penjelasan yang jelas dan masuk akal,” ujarnya.
Ia juga menyoroti adanya luka-luka pada tubuh korban yang memunculkan persepsi publik mengenai kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Menurutnya, asumsi liar hanya bisa dihentikan dengan pembuktian yang transparan dan berbasis hasil penyelidikan menyeluruh.
“Secara kasat mata, masyarakat melihat ada luka pada tubuh korban. Ini yang memicu pertanyaan besar. Semua harus dijelaskan secara ilmiah dan terbuka,” tambahnya.
Stepanus menekankan, hasil penyelidikan nantinya harus diumumkan kepada publik guna menghindari spekulasi yang terus berkembang.
Tak hanya itu, ia juga mengingatkan pihak perusahaan agar menjamin keamanan seluruh pekerja apabila dimintai keterangan oleh penyidik.
“Perusahaan wajib memastikan tidak ada intimidasi terhadap pekerja yang diperiksa sebagai saksi. Ini harus menjadi perhatian serius,” tutupnya.
Desakan DPRD tersebut menambah tekanan publik agar aparat penegak hukum benar-benar bekerja secara profesional, transparan, dan akuntabel dalam mengungkap penyebab pasti kematian Veronika Rahantanat.