MALRA | Lintas-Pulau.com : Kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian di Kabupaten Maluku Tenggara tengah diuji. Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Maluku Tenggara, Ari Lusubun, secara terbuka mendesak Polres Maluku Tenggara untuk “tegak lurus” dalam mengusut kasus kematian Veronika Rahanyanat.
Dalam rilis resmi yang diterima media ini, Jumat (27/2/2026), Lusubun menegaskan bahwa wafatnya Veronika pada 19 Februari 2026 masih menyisakan duka mendalam sekaligus tanda tanya besar bagi keluarga korban dan publik.
GMNI bersama sejumlah organisasi kepemudaan serta Gerakan Edukasi Perempuan Kei mengaku telah melakukan pendampingan dan advokasi sejak awal kasus mencuat.
“Hasil pendampingan kami menemukan adanya sejumlah kejanggalan, mulai dari administrasi hingga proses penyelidikan. Dugaan itu bukan tanpa dasar,” tegas Lusubun.
Veronika diketahui merupakan karyawan PT Mutiara Lik yang beroperasi di Kabupaten Maluku Tenggara. GMNI menilai terdapat sejumlah pernyataan Kapolres yang dinilai tidak sepenuhnya selaras dengan fakta lapangan.
Meski tak merinci bukti yang dimaksud, Lusubun memastikan pihaknya telah mengantongi sejumlah dokumen dan temuan yang, menurutnya, dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami mendukung penuh penegakan hukum. Namun jika masih ada kejanggalan yang dibiarkan, tentu kami tidak akan tinggal diam,” ujarnya.
GMNI menilai, penanganan kasus ini tidak sekadar menyangkut satu peristiwa kematian, melainkan menyentuh langsung kredibilitas aparat penegak hukum di mata masyarakat.
Transparansi dan profesionalitas, kata Lusubun, menjadi kunci untuk mencegah spekulasi dan kegaduhan di tengah publik Maluku Tenggara.
“Kasus ini harus ditangani secara terbuka, prosedural, dan secepatnya dituntaskan. Jika tidak, kepercayaan publik bisa tergerus,” tandasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Maluku Tenggara belum memberikan tanggapan lanjutan atas desakan tersebut.
Publik kini menanti, apakah aparat benar-benar mampu membuktikan komitmen penegakan hukum tanpa tebang pilih atau justru membiarkan keraguan terus membesar.
