
TUAL | Lintas-Pulau.com : Kepolisian Resor (Polres) Tual kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui pelaksanaan Forum Konsultasi Publik (FKP) yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 20 April 2026.
Agenda tersebut menjadi bagian dari langkah pembenahan pelayanan publik di lingkungan Kepolisian Daerah Maluku bersama seluruh jajaran Polres di wilayah setempat, sekaligus membuka ruang dialog antara aparat kepolisian dan masyarakat.
Undangan resmi bernomor B/18/IV/2026 tertanggal 17 April 2026 yang diterbitkan Polres Tual ditujukan kepada sejumlah unsur masyarakat, termasuk Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tual.
Adapun dalam surat itu disebutkan, kegiatan akan dimulai pukul 08.00 WIT hingga selesai dan dipusatkan di Ruang Zoom Meeting Polres Tual.
Forum tersebut rencananya dihadiri berbagai elemen, mulai dari perwakilan konsumen, lembaga swadaya masyarakat (LSM), jurnalis, akademisi, hingga stakeholder lainnya.
Kehadiran para peserta dinilai penting sebagai wadah penyampaian aspirasi, kritik, dan saran guna mendorong pelayanan kepolisian yang lebih profesional, transparan, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan ini mengacu pada sejumlah dasar hukum, yakni Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, serta Rencana Kerja Polres Tual Tahun 2026.
Forum Konsultasi Publik sendiri merupakan salah satu instrumen penting dalam reformasi birokrasi di tubuh Polri. Melalui forum tersebut, aparat kepolisian dapat membangun komunikasi dua arah dengan masyarakat sekaligus menyerap berbagai masukan demi peningkatan kualitas layanan.
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tual, Abdullah Tusiek, menyambut positif agenda tersebut. Kepada media ini, Jumat (17/4/2026), Tusiek menilai keterlibatan berbagai unsur masyarakat dalam forum konsultasi publik merupakan langkah maju yang patut diapresiasi.
“Ini adalah bentuk keterbukaan institusi Polri kepada publik. Kami menilai forum seperti ini sangat penting karena masyarakat diberikan ruang untuk menyampaikan pendapat, kritik, maupun saran secara langsung,” ujar Tusiek.
Menurutnya, kehadiran insan pers dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian penting dalam mendorong transparansi informasi kepada masyarakat luas.
Ia menegaskan, sinergi antara kepolisian dan media perlu terus diperkuat demi membangun kepercayaan publik yang lebih kokoh.
“Harapan kami, hasil forum ini tidak berhenti pada diskusi semata, tetapi benar-benar ditindaklanjuti dalam bentuk pelayanan yang lebih baik, cepat, dan humanis kepada masyarakat,” tambahnya.