
TUAL | Lintas-Pulau.com : Kabar menggembirakan datang dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tual. Daerah ini kembali mencatatkan prestasi dengan masuk dalam daftar 87 kabupaten/kota se-Indonesia yang direkomendasikan pemerintah pusat dalam program strategis pengentasan permukiman kumuh melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tematik Terpadu jangka menengah tahun 2027 hingga 2029.
Informasi tersebut disampaikan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Tual, Usman Renur, melalui unggahan di akun Facebook pribadinya, Senin (6/4/2026).
Dalam keterangannya, Usman menjelaskan bahwa status “direkomendasikan” diperoleh berdasarkan hasil seleksi peminatan DAK Tematik Pengentasan Permukiman Kumuh Terpadu untuk Tahun Anggaran 2027, 2028, dan 2029.
Lebih membanggakan lagi, dari Provinsi Maluku hanya dua daerah yang berhasil masuk dalam daftar tersebut, yakni Kota Tual dan Kota Ambon.
Capaian ini sekaligus menegaskan posisi Kota Tual sebagai salah satu daerah yang dinilai siap dan layak menjalankan program prioritas nasional tersebut.
“Alhamdulillah, Kota Tual kembali direkomendasikan. Ini menjadi bukti bahwa proses panjang yang telah kita lalui tidak sia-sia,” ungkap Usman.
Ia menegaskan, keberhasilan ini merupakan buah dari komitmen kuat pemerintah daerah bersama dinas teknis dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat, khususnya dalam upaya pengentasan kawasan kumuh dan penyediaan hunian yang layak.
Menurutnya, keberhasilan implementasi program tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga memerlukan dukungan aktif dari masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan.
“Kesiapan daerah dalam memenuhi Readiness Criteria (RC) setiap tahun menjadi kunci utama. Partisipasi masyarakat adalah energi bagi kami untuk terus bergerak dan berjuang bersama,” jelasnya.
Usman juga menambahkan, pengalaman pelaksanaan program serupa pada tahun 2021, 2022, dan 2025 menjadi bekal berharga dalam meningkatkan kualitas perencanaan dan kesiapan Kota Tual ke depan.
Secara nasional, sejumlah daerah lain yang turut direkomendasikan antara lain Kota Banda Aceh, Kota Padang, Kota Pekanbaru, Kota Sukabumi, Kota Surakarta, hingga Kota Kendari.
Sementara di kawasan timur Indonesia, selain Kota Tual dan Ambon, terdapat pula Kabupaten Biak Numfor dan Kabupaten Lanny Jaya.
Menutup pernyataannya, Usman menyampaikan optimisme bahwa kerja keras yang selama ini dilakukan akan terus membuahkan hasil positif bagi masyarakat.
“Insya Allah, hasil tidak akan mengkhianati proses,” pungkasnya.