
TUAL | Lintas-Pulau.com : Suasana khidmat menyelimuti Aula Kantor Wali Kota Tual, Rabu (6/5/2026), saat Pemerintah Kota Tual secara resmi melepas rombongan Calon Jamaah Haji Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Di bawah nuansa religius Bumi Maren, prosesi ini tidak sekadar seremoni administratif, melainkan momentum reflektif yang menegaskan dimensi spiritual sekaligus komitmen pelayanan pemerintah terhadap masyarakat.
Mewakili Wali Kota Tual, H. Akhmad Yani Renuat, Wakil Wali Kota Tual H. Amir Rumra memimpin langsung pelepasan jamaah. Hadir dalam kesempatan tersebut unsur Forkopimda, pimpinan dan anggota DPRD Kota Tual, Penjabat Sekretaris Daerah, Ketua TP-PKK, Ketua Dharma Wanita Persatuan, serta Kepala Kantor Kementerian terkait, menandakan kuatnya dukungan lintas institusi terhadap keberangkatan para tamu Allah.
Dalam sambutan tertulis Wali Kota yang dibacakan Wakil Wali Kota, ditegaskan bahwa keberangkatan haji merupakan anugerah besar yang lahir dari penantian panjang.
Ia berujar Ibadah haji sebagai rukun Islam kelima, bukan hanya perjalanan fisik menuju Tanah Suci, tetapi juga perjalanan batin menuju kesempurnaan spiritual.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Tual, saya menyampaikan selamat kepada Bapak dan Ibu sekalian yang hari ini mendapat kesempatan menjadi tamu Allah. Maknai momen ini dengan rasa syukur dan persiapan batin yang matang,” ujar Amir Rumra membacakan sambutan.
Momentum ini, lanjutnya, harus dimaknai sebagai titik balik kehidupan pemerintah berharap para jamaah tidak hanya mampu menunaikan seluruh rangkaian ibadah dengan khusyuk, tetapi juga kembali membawa perubahan positif bagi lingkungan sosial di Kota Tual.
Di balik kekhidmatan prosesi pelepasan, pemerintah juga mengingatkan adanya tantangan nyata yang akan dihadapi jamaah di Tanah Suci. Perbedaan iklim ekstrem antara Indonesia dan Arab Saudi menjadi perhatian utama.
Jamaah diminta menjaga kondisi fisik, stamina, dan kesehatan selama menjalankan ibadah yang menuntut ketahanan tubuh tinggi. Selain itu aspek mental dan sosial juga menjadi penekanan penting.
“Jaga kekompakan, saling membantu, dan tunjukkan karakter masyarakat Tual yang santun, sabar, serta beradab,” pesannya.
Nilai-nilai lokal yang melekat pada masyarakat Tual diharapkan menjadi representasi positif Indonesia di mata dunia internasional selama pelaksanaan ibadah haji.
Lebih dari sekadar pelepasan jamaah, kegiatan ini juga mencerminkan arah kebijakan Pemerintah Kota Tual yang menempatkan pembangunan spiritual sebagai bagian integral dari pembangunan daerah.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program keagamaan yang inklusif, antara lain program umroh gratis bagi tokoh agama dan anggota majelis taklim yang berkontribusi bagi daerah, serta dukungan terhadap wisata religi bagi umat Protestan dan Katolik.
Pendekatan ini menegaskan bahwa harmoni antarumat beragama menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas sosial dan kesejahteraan masyarakat.
“Sebagai perwujudan visi pemerintah, kami terus menjaga toleransi dan harmoni kehidupan beragama melalui berbagai program lintas iman,” sambung Rumra.
Di ujung prosesi, harapan besar disematkan kepada seluruh jamaah agar kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur.
Pemerintah menekankan bahwa indikator kemabruran tidak hanya tercermin dari kesempurnaan ritual, tetapi juga perubahan sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan pelepasan resmi yang ditandai dengan ucapan:
“Bismillahirrahmanirrahim, saya melepas Jamaah Calon Haji Kota Tual Tahun 1447 H/2026 Masehi. Selamat jalan, semoga selalu dalam lindungan Allah SWT dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat wal’afiat.” tutup Rumra.