Hardiknas 2026 di UNINGRAT Tual, Wakil Dekan FKIP Dorong Mahasiswa Jadi Motor Kemajuan Daerah


Laporan : Ricky Balfid

Editor : Simon Febby 

TUAL | Lintas-Pulau.com : Wakil Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas UNINGRAT Tual, LM Sahbuddin Pratama, S.Pd., M.Pd., secara resmi membuka kegiatan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang berlangsung di lingkungan kampus, Selasa (5/5/2026).

Dalam sambutannya, Sahbuddin menegaskan pentingnya peran mahasiswa sebagai bagian dari generasi penerus dalam membangun daerah melalui sektor pendidikan, khususnya di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara. 

Ia juga menekankan bahwa pendidikan merupakan ujung tombak kemajuan bangsa.

“Pendidikan itu sangat penting sebagai ujung tombak di negara Indonesia ini, terlebih khusus di Kota Tual dan Maluku Tenggara. Jika pendidikan adalah cahaya bagi generasi muda, maka 2 Mei adalah pengingatnya,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar terus meningkatkan kualitas diri serta tidak tertinggal dalam perkembangan teknologi. 

Menurutnya, kemajuan suatu negara tidak semata ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam, melainkan oleh kualitas pendidikannya.

Sahbuddin mencontohkan Jepang sebagai negara yang mampu bangkit dan maju karena menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama. 

Ia menyebut, kemajuan teknologi di Asia saat ini tidak lepas dari peran besar dunia pendidikan di negara tersebut.

“Jangan berkecil hati dengan daerah lain. Kita tidak boleh tertinggal, terutama dalam penguasaan teknologi. Mahasiswa harus percaya diri dan terus berkontribusi untuk membangun daerah,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan mahasiswa, khususnya pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), agar tetap solid dan tidak terpengaruh oleh pandangan negatif dari pihak luar.

“Jangan mendengarkan orang yang hanya menjatuhkan. Terus bergerak dan berkarya, karena perubahan datang dari mereka yang berani bertindak,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua BEM FKIP, Irham Roroa, dalam penyampaiannya mengangkat pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang tujuan pendidikan yang memanusiakan manusia. 

Ia menjelaskan bahwa konsep pendidikan harus menempatkan peserta didik sebagai subjek pembelajaran.

Menurut Irham, generasi muda saat ini harus memiliki karakter kreatif, inovatif, dan visioner agar mampu menjawab tantangan zaman dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

“Ilmu yang kalian pelajari hari ini bukan hanya untuk nilai, tetapi sebagai bekal untuk membangun bangsa. Jadikan semangat Ki Hajar Dewantara sebagai panduan dalam setiap langkah,” ujarnya.

Ia juga mengajak para calon pendidik untuk berperan sebagai pembimbing yang mampu mengembangkan potensi peserta didik, bukan membatasi.

“Teruslah belajar, berkarya, dan jadilah generasi yang membanggakan bangsa dan negara,” tambahnya.

Di sisi lain, Ketua Panitia, Rasmita Rahayaan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Ia menegaskan bahwa peringatan Hari Pendidikan Nasional menjadi momentum untuk memperkuat semangat belajar dan inovasi di lingkungan kampus.

“Kegiatan ini mengajak kita semua untuk terus semangat belajar dan berinovasi. Pendidikan bukan hanya soal nilai, tetapi juga pembentukan karakter intelektual serta kemajuan bangsa, khususnya di Kota Tual dan Maluku Tenggara,” pungkasnya.