
SEMARANG | LINTAS-PULAU.COM : Di tengah tuntutan zaman yang semakin kompleks terhadap profesionalisme aparat penegak hukum, nama Kombes Pol. Dr. Alfaris Pattiwael, S.I.K., M.H., kembali mencuri perhatian. Perwira menengah Polri asal Maluku itu resmi menyandang gelar Doktor Ilmu Hukum setelah diwisuda oleh Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Jawa Tengah, Rabu (29/7/2026).
Pencapaian tersebut bukan sekadar tambahan gelar akademik. Alfaris berhasil menyelesaikan pendidikan doktoralnya dengan predikat Cumlaude, sebuah prestasi yang menegaskan komitmennya dalam mengembangkan kapasitas intelektual di tengah kesibukan menjalankan tugas sebagai anggota Polri.
Bagi masyarakat Maluku, khususnya Kepulauan Kei, nama Alfaris Pattiwael bukanlah sosok yang asing. Ia pernah mengemban amanah sebagai Kapolres Maluku Tenggara/Kota Tual pada periode 2020–2021. Dalam masa tugasnya, ia dikenal sebagai pemimpin yang mengedepankan pendekatan dialogis serta membangun komunikasi yang erat dengan pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, dan berbagai elemen masyarakat.
“Pendidikan adalah investasi terbaik untuk meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Ilmu yang diperoleh harus mampu diwujudkan dalam tindakan nyata yang bermanfaat bagi publik,” ujar Alfaris dalam keterangannya usai prosesi wisuda.
Perjalanan akademik yang ditempuh Alfaris menunjukkan bahwa dedikasi terhadap tugas negara tidak menjadi penghalang untuk terus belajar. Baginya, pengalaman lapangan harus berjalan beriringan dengan penguatan kapasitas intelektual agar mampu menjawab tantangan penegakan hukum yang semakin berkembang.
Tak hanya berhasil meraih gelar doktor, saat ini Alfaris juga tengah mengikuti Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan LXX Tahun 2026 di Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI). Program tersebut dikenal sebagai salah satu jalur strategis dalam menyiapkan kader-kader pemimpin nasional dari berbagai institusi negara.
Keikutsertaannya dalam pendidikan Lemhannas menjadi sinyal kuat bahwa Alfaris tengah dipersiapkan untuk mengemban tanggung jawab yang lebih besar di masa mendatang. Di lingkungan Polri, pendidikan tersebut merupakan tahapan penting dalam pembentukan pemimpin yang memiliki wawasan kebangsaan, kemampuan strategis, serta kapasitas manajerial tingkat tinggi.
“Pemimpin masa depan harus memiliki integritas, wawasan kebangsaan yang kuat, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan global tanpa kehilangan jati diri sebagai pelayan masyarakat,” katanya.
Selain memiliki pengalaman kepemimpinan dan prestasi akademik, Alfaris Pattiwael juga dikenal sebagai perwira yang memiliki wawasan internasional. Berbagai pendidikan dan pelatihan luar negeri pernah diikutinya, mulai dari Jepang, Thailand hingga Filipina. Pengalaman tersebut membentuk perspektif yang lebih luas dalam bidang kepolisian modern, pemberantasan kejahatan transnasional, perlindungan anak, perdagangan orang, hingga kerja sama keamanan lintas negara.
Rekam jejak tersebut menjadikan Alfaris sebagai salah satu figur perwira Polri yang memiliki kombinasi lengkap antara pengalaman operasional, kompetensi akademik, kemampuan kepemimpinan, dan jaringan internasional.
Bagi banyak kalangan, keberhasilan Alfaris Pattiwael meraih gelar doktor dengan predikat Cumlaude bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi maupun institusi Polri. Lebih dari itu, capaian tersebut menjadi inspirasi bagi generasi muda Maluku bahwa kerja keras, disiplin, dan semangat belajar dapat membuka jalan menuju panggung yang lebih besar.
Dari Kepulauan Kei hingga ruang-ruang strategis nasional, perjalanan Alfaris Pattiwael menggambarkan satu pesan penting: pengabdian dan pendidikan adalah dua kekuatan yang mampu berjalan beriringan dalam membentuk pemimpin masa depan Indonesia.