
TUAL | Lintas-Pulau.com : Semarak menyambut pembukaan Piala Dunia 2026 menggema hingga ke Kepulauan Kei. Melalui kegiatan Konvoi Road to Kickoff World Cup 2026 "Pawai Damai", Pemerintah Kota Tual mengajak masyarakat menjadikan olahraga sebagai perekat persaudaraan sekaligus simbol kuatnya kebersamaan yang selama ini terjaga di Tanah Kei.
Kegiatan yang berlangsung Kamis (11/6/2026) itu dihadiri langsung oleh Wali Kota Tual H. Akhmad Yani Renuat, S.Sos., M.Si., M.H, dan Wakil Wali Kota H. Amir Rumra, S.Pi., M.Si, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Anggota DPRD Provinsi Maluku, Yunus Serang, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang turut memadati lokasi kegiatan.
Terpantau konvoi dimulai dari wilayah Kabupaten Maluku Tenggara dan berakhir di Lapangan Lodar El, Kota Tual. Ribuan masyarakat terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung penuh semangat, mencerminkan eratnya hubungan persaudaraan antara masyarakat Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara.
Wali Kota Tual, Akhmad Yani Renuat dalam arahannya menegaskan bahwa perhelatan Piala Dunia 2026 bukan sekadar ajang olahraga bergengsi, melainkan momentum untuk memperkuat nilai-nilai persatuan dan kebersamaan yang telah menjadi identitas masyarakat Kei.
"Konvoi ini bukan hanya tentang sepak bola. Ini adalah pesan kepada dunia bahwa masyarakat Kepulauan Kei tetap berdiri dalam semangat persaudaraan, saling menghormati, dan hidup berdampingan dalam kedamaian," ujar Renuat.
Ia menjelaskan bahwa filosofi hidup masyarakat Kei, "Ain Ni Ain, Wuut En Mehe Ni Vuun, Manut En Mehe Ni Tilur", merupakan warisan nilai yang terus mengajarkan pentingnya persatuan di tengah berbagai perbedaan.
Menurut Renuat, semangat yang ditunjukkan para atlet dunia di Piala Dunia harus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus bekerja keras, disiplin, dan menjunjung tinggi sportivitas dalam meraih cita-cita.
"Piala Dunia mengajarkan banyak hal. Bukan hanya tentang kemenangan, tetapi juga kerja keras, disiplin, sportivitas, dan rasa hormat kepada sesama. Nilai-nilai inilah yang harus ditanamkan kepada generasi muda Kei agar mampu bersaing dan berprestasi di masa depan," katanya.
Pada kesempatan tersebut, Renuat juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai isu yang berpotensi memecah belah persaudaraan yang telah lama terjalin kuat di Kepulauan Kei.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga keamanan, ketertiban, dan harmoni sosial.
Selain itu, masyarakat juga diajak menjunjung tinggi sportivitas selama berlangsungnya Piala Dunia 2026. Mendukung tim favorit, kata dia, merupakan hal yang wajar, namun harus tetap dibarengi dengan sikap saling menghargai dan menerima hasil pertandingan secara dewasa.
Sebagai bentuk kebersamaan, Pemerintah Kota Tual akan menggelar kegiatan nonton bareng pembukaan Piala Dunia 2026 yang dipusatkan di halaman Kantor Wali Kota Tual mulai pukul 04.00 WIT.
Renuat berharap, momentum Piala Dunia harus menjadi sarana mempererat persatuan masyarakat sekaligus memperkenalkan wajah Kepulauan Kei yang damai kepada dunia.
"Mari jadikan Piala Dunia 2026 sebagai momentum memperkuat persaudaraan, menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap sepak bola, dan menunjukkan kepada dunia bahwa masyarakat Kei memiliki kebersamaan yang kokoh, kuat, dan tidak mudah terpecah," harapnya.