
TUAL | Lintas-Pulau.com : Sekretaris Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kota Tual, Abdul Gani Renuat, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas keberhasilan Pemerintah Kota Tual meraih penghargaan nasional sebagai daerah terbaik dalam pengendalian inflasi wilayah Nusa Tenggara dan Maluku tahun 2026.
Menurut Abdul Gani, capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa kerja pemerintahan di bawah kepemimpinan Wali Kota Tual, Akhmad Yani Renuat, mampu menghadirkan stabilitas ekonomi yang berdampak langsung terhadap kebutuhan masyarakat.
“Kami merasa bangga dan bersyukur atas prestasi luar biasa Pemerintah Kota Tual. Penghargaan ini bukan sekadar simbol, tetapi bukti bahwa kebijakan pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Abdul Gani Renuat, Sabtu (23/5/2026).
Ia menegaskan, keberhasilan Kota Tual menekan angka inflasi tidak dapat dilepaskan dari kerja kolektif seluruh unsur daerah yang terus menjaga kestabilan harga dan ketersediaan bahan pokok di tengah tantangan ekonomi nasional.
Menurutnya, sinergi antara Pemerintah Kota Tual, TNI, Polri, pelaku usaha, petani, pedagang, hingga masyarakat menjadi faktor utama lahirnya prestasi tersebut.
“Ini adalah hasil kerja bersama. Semua elemen daerah memiliki kontribusi besar dalam menjaga kestabilan ekonomi masyarakat Kota Tual,” katanya.
Abdul Gani juga menilai keberhasilan pengendalian inflasi mencerminkan tata kelola pemerintahan yang berpihak kepada rakyat, terutama dalam menjaga daya beli masyarakat dan memastikan kebutuhan pokok tetap terjangkau.
“Inflasi yang terkendali bukan hanya soal angka statistik, tetapi menunjukkan kehadiran pemerintah dalam menjaga kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Tual menerima insentif fiskal sebesar Rp3 miliar dari pemerintah pusat atas capaian terbaik pengendalian inflasi tingkat regional Nusa Tenggara dan Maluku.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian kepada Wali Kota Tual Akhmad Yani Renuat dalam kegiatan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Regional Nusa Tenggara dan Maluku di Senggigi, Selasa (19/5/2026).
Ketua DPRD Kota Tual, Hj. Aisyah Renhoat, turut hadir mendampingi dalam agenda nasional tersebut.
Insentif fiskal diberikan sebagai bentuk apresiasi pemerintah pusat terhadap konsistensi Pemerintah Kota Tual dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok melalui penguatan koordinasi lintas sektor dan program pengendalian inflasi secara berkelanjutan.
Selain Kota Tual, penghargaan serupa juga diterima Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Bima, Kabupaten Maluku Tenggara, serta Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Kegiatan itu turut dihadiri perwakilan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik, para kepala daerah se-wilayah Nusa Tenggara dan Maluku, Tim Pengendalian Inflasi Daerah, hingga unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah.
Dalam sambutannya, Mendagri Tito Karnavian menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan bagian dari sistem pembinaan daerah berbasis kinerja dan inovasi pelayanan publik.
“Insentif ini bukan untuk individu, melainkan untuk mendukung program pembangunan daerah dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Tito.
Pemerintah pusat juga menyiapkan sekitar Rp1 triliun insentif fiskal guna mendorong peningkatan kinerja pemerintah daerah di seluruh Indonesia.
Penilaian penghargaan dilakukan berbasis data dengan indikator utama meliputi pengendalian inflasi, penurunan angka kemiskinan, pengangguran, hingga kemampuan daerah menghadirkan inovasi pembiayaan pembangunan.
Program apresiasi daerah berprestasi tersebut akan terus dikembangkan pemerintah pusat untuk mendorong lahirnya pemerintahan daerah yang inovatif, kompetitif, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.