Wali Kota Tual: Keterbatasan Anggaran Tak Hambat Pembangunan Pendidikan


TUAL | Lintas-Pulau.com
: Wali Kota Tual, Akhmad Yani Renuat, meresmikan gedung baru SMP Negeri 13 Kota Tual, Sabtu (30/5/2026), sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Kota Tual dalam meningkatkan kualitas pendidikan di tengah keterbatasan anggaran daerah.

Peresmian gedung sekolah yang dibangun melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Tual Tahun Anggaran 2025 itu turut dihadiri Wakil Wali Kota Tual Amir Rumra, Penjabat Sekretaris Daerah, pimpinan OPD, dewan guru, tokoh masyarakat, dan warga setempat.

Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa sektor pendidikan tetap menjadi prioritas utama pembangunan daerah karena berperan penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas.

Menurutnya, pembangunan gedung SMP Negeri 13 merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam menyediakan fasilitas pendidikan yang layak bagi masyarakat.

“Pendidikan adalah fondasi pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, meskipun kondisi anggaran daerah memiliki keterbatasan, sektor pendidikan harus tetap menjadi prioritas,” kata Renuat.

Ia menjelaskan, kehadiran gedung baru tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman sehingga mampu mendukung peningkatan mutu pendidikan di Kota Tual.

Selain meresmikan gedung sekolah, Wali Kota juga mengungkapkan rencana pembangunan perpustakaan dan fasilitas pendukung berbasis teknologi digital yang akan diusulkan pada tahun anggaran 2027 guna memperkuat budaya literasi di kalangan pelajar.

“Penguatan sarana literasi dan teknologi menjadi kebutuhan penting agar pendidikan mampu menjawab tantangan perkembangan zaman,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala SMP Negeri 13 Kota Tual, Natalia Rahangiar, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Tual atas pembangunan gedung sekolah yang selama ini dinantikan oleh seluruh warga sekolah.

Ia mengatakan, sejak berdiri, SMP Negeri 13 masih menjalankan proses belajar mengajar dengan menggunakan fasilitas sekolah lain. Karena itu, keberadaan gedung permanen menjadi langkah penting bagi pengembangan sekolah ke depan.

Menurut Natalia, hadirnya gedung baru mulai meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap SMP Negeri 13. Dalam dua minggu terakhir, tercatat delapan siswa dari sekolah lain telah berpindah dan melanjutkan pendidikan di sekolah tersebut.

Meski masih menghadapi keterbatasan tenaga pendidik, pihak sekolah terus mengembangkan berbagai program unggulan, antara lain pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, penguatan karakter siswa, pendidikan keterampilan hidup, serta pengembangan potensi lokal berbasis pertanian.

“Kami ingin melahirkan generasi yang mandiri, kreatif, dan mampu memanfaatkan potensi daerah untuk masa depan mereka,” kata Natalia.

Dengan diresmikannya gedung baru SMP Negeri 13 Kota Tual, pemerintah daerah berharap kualitas layanan pendidikan semakin meningkat dan mampu mencetak generasi muda yang berprestasi, berkarakter, serta memiliki daya saing di masa mendatang.