Walikota Tual Hadiri Pembukaan MPP XXXVII AMGPM di Ohoira


TUAL | LINTAS-PULAU.COM
: Wali Kota Tual, H. Akhmad Yani Renuat, S.Sos., M.Si., M.H., menghadiri pembukaan Musyawarah Pimpinan Paripurna (MPP) ke-37 Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Tahun 2026 yang berlangsung di Gereja Sumber Kasih, Desa Ohoira, Kabupaten Maluku Tenggara, Minggu (18/10/2026).

Pelaksanaan MPP XXXVII AMGPM dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari, mulai 18 hingga 24 Oktober 2026, di Desa Ohoira. Forum ini menjadi momentum penting bagi AMGPM untuk mengevaluasi perjalanan organisasi, merumuskan program kerja, serta memperkuat kontribusi generasi muda gerejawi dalam kehidupan bermasyarakat.

Kehadiran Wali Kota Tual merupakan bentuk dukungan Pemerintah Kota Tual terhadap kegiatan kepemudaan gerejawi. Dukungan tersebut juga mencerminkan pentingnya membangun hubungan yang harmonis antara pemerintah daerah dan organisasi kepemudaan dalam memperkuat persaudaraan, toleransi, serta perdamaian di Maluku.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Pengurus Besar (PB) AMGPM, Melkianus Sairdekut, S.Hut., M.Si., menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta di Tanah Evav, khususnya wilayah Kei Kecil dan Kota Tual.

Ia juga mengapresiasi pemerintah daerah, panitia, serta masyarakat desa yang telah mendukung dan menerima para peserta selama pelaksanaan kegiatan.

Melkianus menjelaskan, AMGPM memiliki jaringan organisasi yang mencakup 34 daerah, 259 cabang, dan 1.271 ranting. Dengan jaringan tersebut, ia berharap seluruh kader semakin memperkuat peran organisasi dalam menjawab berbagai tantangan internal maupun persoalan sosial di tengah masyarakat.

Menurutnya, terdapat sejumlah agenda strategis yang perlu menjadi perhatian bersama, antara lain penguatan spiritualitas, moral dan etika kader, penataan kelembagaan, pendidikan kader, kemandirian ekonomi organisasi, pelestarian lingkungan hidup, serta advokasi bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan.

“Pergumulan kita bersama adalah penguatan kesadaran spiritualitas, moral, dan etik. Ini menjadi bagian penting dari tantangan seluruh kader Angkatan Muda GPM,” ujarnya.

Dalam bidang pendidikan kader, Melkianus menyebutkan sebanyak 1.711 kader telah mengikuti pendidikan sejak pelaksanaan kongres hingga saat itu. Ia berharap pengembangan tenaga pelatih di daerah terus ditingkatkan agar setiap wilayah mampu melaksanakan pendidikan kader secara mandiri dan berkelanjutan.

Selain itu, ia mendorong AMGPM mengembangkan kegiatan pemberdayaan ekonomi yang dapat menjadi sumber pendapatan organisasi sekaligus memberikan manfaat bagi kader. Upaya tersebut dinilai penting agar organisasi tidak terus bergantung pada bantuan pihak lain.

Melkianus juga menegaskan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan hidup dan keterlibatan kader dalam advokasi sosial. Menurutnya, merawat alam ciptaan Tuhan, memperjuangkan keadilan, serta membantu masyarakat yang membutuhkan merupakan bagian dari tanggung jawab organisasi.

Dalam sambutannya, ia turut menyampaikan keprihatinan atas konflik sosial yang terjadi di Maluku. Ia berharap pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota, termasuk Pemerintah Kota Tual dan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, terus memperkuat upaya menjaga perdamaian serta menyebarluaskan pesan persaudaraan kepada seluruh masyarakat.

Ia menilai, sejarah panjang AMGPM dalam memperjuangkan kebenaran, keadilan, dan martabat manusia harus menjadi landasan bagi generasi muda untuk mengambil peran aktif dalam menjaga keharmonisan sosial.

Kehadiran Wali Kota Tual dalam pembukaan MPP XXXVII AMGPM di Desa Ohoira diharapkan semakin mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan organisasi kepemudaan gerejawi. Sinergi tersebut penting untuk mendorong generasi muda menjadi bagian dari upaya membangun kehidupan masyarakat yang damai, harmonis, dan menjunjung tinggi nilai toleransi.

Melalui musyawarah yang berlangsung hingga 24 Oktober 2026 tersebut, AMGPM diharapkan menghasilkan keputusan dan program kerja yang memperkuat organisasi sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Maluku.