
TUAL | LINTAS-PULAU.COM : Wali Kota Tual, H. Akhmad Yani Renuat, mendorong inovasi Rahan Maryadat sebagai gerakan kemandirian pangan keluarga untuk menjawab tantangan keterbatasan lahan pertanian dan ketergantungan Kota Tual terhadap pasokan bahan pangan dari luar daerah.
Melalui inovasi tersebut, masyarakat diajak memanfaatkan lahan di sekitar rumah untuk menanam berbagai kebutuhan pangan, mulai dari cabai, tomat, bawang hingga aneka sayuran. Langkah ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus mengurangi beban pengeluaran keluarga.
Pesan tersebut disampaikan Renuat dalam kegiatan peringatan Hari Pangan Sedunia 2026 di Kota Tual, pada Jumat (16/10/2026).
Dalam sambutannya, Renuat menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Keterlibatan masyarakat, terutama keluarga, menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian pangan yang berkelanjutan.
“Rahan Maryadat ini bukan sekadar slogan. Kita harus mendorong keluarga agar mampu menghasilkan pangan sendiri dengan memanfaatkan lahan yang tersedia di lingkungan rumah masing-masing,” demikian inti pesan Wali Kota Tual dalam sambutannya.
Menurut Renuat, upaya tersebut penting mengingat kondisi geografis Kota Tual sebagai daerah kepulauan dengan wilayah laut sekitar 98 persen dan daratan sekitar 2 persen. Keterbatasan lahan menjadi tantangan tersendiri dalam meningkatkan produksi pangan lokal.
Di sisi lain, kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan terus berjalan, sementara sejumlah komoditas masih bergantung pada distribusi dari luar daerah. Kondisi ini membuat kelancaran pasokan dan gejolak harga pangan berpengaruh terhadap pengeluaran rumah tangga.
Karena itu, Rahan Maryadat diarahkan menjadi salah satu langkah untuk memperkuat ketahanan pangan dari lingkup terkecil, yakni keluarga. Pemanfaatan pekarangan diharapkan tidak hanya memperindah lingkungan, tetapi juga menghasilkan bahan pangan yang dapat dikonsumsi sehari-hari.
Empat Langkah Perkuat Ketahanan Pangan
Selain mendorong kemandirian pangan keluarga, Pemerintah Kota Tual menyiapkan sejumlah langkah untuk memperkuat ketersediaan pangan di daerah.
Langkah tersebut meliputi menjaga kelancaran distribusi logistik pangan antardaerah, mengoptimalkan lahan pertanian untuk tanaman hortikultura, memperkuat sinergi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta mengembangkan inovasi Rahan Maryadat.
Pada sektor pertanian, pengembangan diarahkan pada komoditas yang dibutuhkan masyarakat, seperti bawang merah, cabai rawit, cabai keriting, tomat, dan berbagai jenis sayuran.
Peningkatan produksi lokal diharapkan dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah. Meski demikian, pengembangannya tetap membutuhkan dukungan bibit, pendampingan, ketersediaan lahan, dan kesinambungan produksi.
Sementara itu, potensi kelautan dan perikanan Kota Tual juga perlu dioptimalkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan bergizi bagi masyarakat. Kekayaan sumber daya laut, termasuk ikan dan hasil perikanan lainnya, dinilai dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan pangan rumah tangga.
Keluarga Kurang Mampu Jadi Perhatian
Dalam pelaksanaan Rahan Maryadat, keluarga kurang mampu menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapatkan perhatian. Dukungan berupa bibit atau tanaman pangan diharapkan dapat membuka kesempatan bagi rumah tangga untuk memproduksi sebagian kebutuhan pangannya sendiri.
Dengan pemanfaatan pekarangan secara produktif, keluarga diharapkan dapat memperoleh akses pangan yang lebih mudah sekaligus mengurangi sebagian pengeluaran untuk membeli sayuran dan komoditas tertentu.
Namun, keberhasilan program ini membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari perangkat daerah, pemerintah desa atau ohoi, hingga masyarakat. Pendampingan dan pemantauan juga diperlukan agar inovasi tersebut tidak berhenti pada pembagian bibit, tetapi berlanjut menjadi kegiatan menanam, merawat, memanen, dan memanfaatkan hasilnya.
Wali Kota Ingatkan Masyarakat Hindari Pemborosan Pangan
Selain meningkatkan produksi, Renuat melalui pesan dalam kegiatan tersebut juga menekankan pentingnya pola konsumsi yang bijak dan upaya mengurangi pemborosan makanan.
Masyarakat diharapkan mengambil makanan sesuai kebutuhan, menghabiskan makanan yang telah disajikan, serta menyimpan sisa makanan dengan baik selama masih aman dikonsumsi.
Sisa bahan organik yang tidak lagi layak dikonsumsi dapat dimanfaatkan sesuai jenis dan keamanannya, antara lain sebagai bahan kompos untuk mendukung kegiatan bercocok tanam.
Upaya ini menjadi bagian dari pengelolaan pangan yang lebih bertanggung jawab, mulai dari produksi hingga konsumsi, sehingga bahan pangan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.
Peringatan Hari Pangan Sedunia 2026 pun menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Tual untuk memperkuat kesadaran bahwa ketahanan pangan bukan semata-mata persoalan ketersediaan bahan makanan, melainkan juga menyangkut keterjangkauan harga, kecukupan gizi, distribusi, dan kemampuan keluarga memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Melalui inovasi Rahan Maryadat, Wali Kota Tual berharap tumbuh kesadaran kolektif bahwa upaya membangun kemandirian pangan dapat dimulai dari rumah sendiri.
Dengan dukungan kebijakan pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, inovasi tersebut diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan yang membantu memperkuat ketahanan pangan keluarga, mengurangi tekanan pengeluaran rumah tangga, serta mendukung penanganan kemiskinan, pengendalian inflasi, dan perbaikan gizi masyarakat di Kota Tual.