
TUAL | LINTAS-PULAU.COM : Wali Kota Tual, H. Akhmad Yani Renuat, menegaskan bahwa jabatan pimpinan tinggi pratama atau eselon II harus diisi aparatur yang berintegritas, inovatif, dan mampu menghasilkan perubahan nyata bagi masyarakat.
Penegasan itu disampaikan Renuat saat membuka Seleksi Terbuka Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Pemerintah Kota Tual Tahun 2026, Kamis (22/10/2026).
Untuk dapat diketahui, seleksi yang berlangsung pada 22–31 Oktober 2026 itu sebagai bagian dari upaya memperkuat reformasi birokrasi dan penerapan sistem merit dalam manajemen aparatur sipil negara (ASN).
“Pemerintah Kota Tual membutuhkan pejabat pimpinan tinggi yang tidak hanya memiliki pengalaman dan kemampuan administratif, tetapi juga kepemimpinan yang kuat, inovasi, keberanian mengambil keputusan, serta komitmen dan loyalitas yang tinggi demi kepentingan masyarakat,” kata Renuat.
Menurut dia, calon pejabat eselon II harus mampu menerjemahkan kebijakan menjadi program kerja yang konkret, terukur, dan berdampak langsung terhadap pelayanan publik.
Lanjutnya kinerja tidak cukup dinilai dari pemenuhan target administratif, tetapi juga dari kemampuan menyelesaikan persoalan dan menghadirkan solusi bagi masyarakat.
Renuat menegaskan, proses seleksi harus berlangsung objektif, kompetitif, transparan, dan akuntabel dengan mengutamakan kompetensi, integritas, rekam jejak, serta potensi kepemimpinan peserta.
Ia juga meminta calon pejabat mempertimbangkan karakteristik Kota Tual sebagai daerah kepulauan, termasuk potensi kelautan dan perikanan, penguatan ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pemerataan pelayanan publik.
“Pejabat yang nantinya terpilih harus mampu menerjemahkan visi dan misi pembangunan daerah ke dalam program kerja yang nyata, terukur, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Kepada panitia seleksi dan tim asesor nasional dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI yang dijadwalkan hadir pekan berikutnya, Renuat meminta penilaian dilakukan sesuai ketentuan, dengan mempertimbangkan kesesuaian kompetensi, kualifikasi, rekam jejak, dan kemampuan peserta menjalankan program strategis.
Ia berharap seleksi tersebut menghasilkan pemimpin birokrasi yang profesional, adaptif, dan mampu membangun koordinasi lintas sektor. Pemerintah Kota Tual, kata dia, berkomitmen memperkuat pengembangan karier ASN berbasis kompetensi, profesionalisme, dan kinerja organisasi.
“Melalui seleksi ini, kita berharap lahir pemimpin-pemimpin birokrasi yang mampu bekerja dengan penuh tanggung jawab dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tutup Renuat.