Bawa Pesan Ain Ni Ain, Wali Kota Tual Jadikan Sidang MPL GPM Momentum Rawat Persaudaraan


TUAL | LINTAS-PULAU.COM
: Filosofi Ain Ni Ain yang berarti kita semua bersaudara menjadi pesan penting yang digaungkan Wali Kota Tual, H. Akhmad Yani Renuat, dalam Sidang Majelis Pekerja Lengkap (MPL) Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) ke-46 Provinsi Maluku.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan persaudaraan, perdamaian, dan kepedulian sosial sebagai fondasi membangun kehidupan bersama di tengah keberagaman.

Pesan tersebut disampaikan Renuat, yang juga menjabat Ketua Umum Panitia Sidang MPL Sinode GPM ke-46, saat menghadiri kegiatan yang berlangsung di Gedung Gereja Maranatha Tual, Minggu (25/10/2026).

Dalam sambutannya, Renuat menegaskan bahwa sidang gerejawi tidak seharusnya berhenti pada agenda keagamaan, tetapi harus mampu melahirkan gagasan dan langkah nyata untuk memperkuat kehidupan sosial serta menjaga kerukunan masyarakat.

“Pelaksanaan momentum kegiatan MPL ini bukan cuma sekadar menjadi kegiatan ritual agama belaka. Lebih daripada itu, kita memahaminya dalam konteks mendukung penguatan kapasitas modal sosial,” ungkap Renuat.

Ia menjelaskan, nilai persaudaraan telah lama hidup dalam tatanan masyarakat Kei melalui filosofi leluhur “Vuut Ain Mehe Ni Ngifun, Manut Ain Mehe Ni Tilur.” Filosofi tersebut mengajarkan bahwa meskipun masyarakat memiliki latar belakang suku dan agama yang berbeda, semuanya tetap terikat dalam satu kesatuan persaudaraan.

Menurutnya, nilai-nilai luhur tersebut perlu terus dirawat agar keberagaman tidak menjadi sekat pemisah, melainkan kekuatan untuk membangun kehidupan yang harmonis, saling menghormati, dan saling mengasihi.

Renuat juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan Sinode GPM yang telah mempercayakan Kota Tual sebagai tuan rumah pelaksanaan sidang. Ia menilai kepercayaan tersebut merupakan kehormatan sekaligus kesempatan mempererat kerja sama antara gereja, pemerintah, dan masyarakat.

“Atas kepercayaan ini, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada pimpinan Sinode GPM yang telah menetapkan Kota Tual sebagai tuan rumah,” katanya.

Lebih lanjut, Renuat menyoroti pentingnya hasil persidangan yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ia menyebut berbagai forum gerejawi selama ini telah melahirkan gagasan dan inovasi yang mendukung perdamaian, memperkuat persaudaraan, serta menumbuhkan kepedulian antarsesama.

Karena itu, ia berharap Sidang MPL Sinode GPM ke-46 tidak hanya memperkuat kualitas pembinaan kehidupan bergereja, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan sosial dan memperkokoh modal sosial masyarakat.

Renuat turut mendorong agar program-program yang dihasilkan melalui persidangan dapat disinergikan dengan agenda pembangunan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, termasuk program strategis nasional dan prioritas pembangunan daerah.

“Tujuan kita adalah meningkatkan kualitas pembinaan agama sekaligus meningkatkan kesejahteraan sosial. Mari kita sama-sama mendukung terwujudnya perdamaian yang abadi,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Renuat menyambut kehadiran seluruh peserta sidang dari berbagai wilayah sebagai wujud kuatnya ikatan kebersamaan dan kasih persaudaraan.

"Semoga seluruh rangkaian persidangan dapat menghasilkan keputusan yang membawa manfaat bagi gereja, masyarakat, dan pembangunan daerah," tutup Renuat.