
MAYBRAT | LINTAS-PULAU.COM : Komisi Daerah (Komda) Pemuda Katolik Papua Barat Daya mengajak seluruh masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ajakan tersebut disampaikan Ketua Komda Pemuda Katolik Papua Barat Daya, Pieter Jefri Baru, menyusul peristiwa yang memprihatinkan dan menimbulkan duka bagi warga sipil di Kampung Ainot, Distrik Aifat, Kabupaten Maybrat.
Dalam rilis yang diterima media ini, Sabtu (15/8/2026), Pieter Jefri menyampaikan simpati dan keprihatinan mendalam kepada para korban serta keluarga yang terdampak peristiwa tersebut.
Menurutnya, kejadian itu menjadi pengingat bahwa keselamatan, rasa aman, dan martabat setiap warga harus menjadi prioritas. Karena itu, setiap langkah penanganan perlu mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan agar tidak menimbulkan keresahan baru di tengah masyarakat.
"Masyarakat Maybrat dan Tanah Papua pada dasarnya memiliki kerinduan yang sama, yaitu hidup dalam suasana yang aman, tenteram, dan harmonis," ujar Jefri.
Ia menegaskan, penanganan setiap persoalan hendaknya memperhatikan kondisi sosial masyarakat dengan mengedepankan komunikasi terbuka serta membangun kepercayaan melalui pendekatan yang humanis dan persuasif.
Pieter Jefri juga mendorong agar kasus tersebut diselidiki secara menyeluruh, objektif, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Dalam menjaga keamanan dan ketertiban, kata dia, pendekatan persuasif, humanis, dan proporsional harus dikedepankan dengan tetap menghormati hak-hak masyarakat sipil.
"Evaluasi secara berkala juga diperlukan agar setiap upaya penanganan benar-benar memberikan rasa aman dan tidak menimbulkan keresahan baru," tegasnya.
Ia mengajak seluruh pihak terkait untuk bersama-sama menciptakan suasana yang aman, tertib, dan kondusif di Maybrat. Komunikasi, koordinasi, serta ruang dialog dinilai penting untuk meredam ketegangan dan mencegah munculnya persoalan baru.
Kepada masyarakat, Jefri mengimbau agar tetap tenang, menahan diri, tidak mudah terprovokasi, serta menghormati seluruh proses hukum yang sedang berjalan.
"Setiap persoalan hendaknya diselesaikan melalui mekanisme hukum dan ruang dialog yang bermartabat," katanya.
Menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Jefri juga mengajak masyarakat memaknai kemerdekaan secara lebih luas. Menurutnya, kemerdekaan bukan hanya terbebas dari penjajahan, tetapi juga kondisi ketika setiap warga dapat menjalani kehidupan dengan aman, bermartabat, dan terbebas dari rasa takut.
Pemuda Katolik, lanjutnya, meyakini perdamaian di Tanah Papua dapat terus dirawat melalui dialog, penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian terhadap masyarakat, serta kerja sama seluruh elemen bangsa.
"Mari kita memperkuat komitmen bersama untuk mewujudkan Maybrat yang aman, damai, dan kondusif, serta Papua yang semakin sejahtera dan berkeadilan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia," pungkas Pieter Jefri Baru.