
TUAL | LINTAS-PULAU.COM : Kerja sama perikanan Indonesia dan Tiongkok diarahkan tidak sekadar meningkatkan aktivitas penangkapan ikan, tetapi juga mendorong lahirnya industri perikanan terintegrasi, pembangunan infrastruktur, pembukaan lapangan kerja lokal, hingga pertumbuhan ekonomi di daerah.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT) untuk Indonesia dalam Upacara Peluncuran Kerja Sama Penangkapan Ikan antara Tiongkok dan Indonesia yang berlangsung di Maluku.
Dalam sambutannya, Wakil Dubes Tiongkok mengatakan peluncuran kerja sama tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan dan kerja sama perikanan kedua negara.
Kerja sama itu sekaligus menjadi tindak lanjut Pedoman Kerja Sama Teknis Tiongkok–Indonesia tentang Peningkatan Perikanan Berkelanjutan yang disaksikan Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto pada November 2024.
Menurutnya, pemerintah Tiongkok telah melaksanakan pedoman tersebut melalui proses seleksi kapal perikanan secara ketat sebelum direkomendasikan kepada pemerintah Indonesia.
Kapal-kapal perikanan tahap pertama kemudian menjalani proses pemeriksaan dan peninjauan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia bersama kementerian dan lembaga terkait.
“Setelah melalui proses pemeriksaan dan peninjauan secara serius oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia serta berbagai kementerian/lembaga terkait, kapal-kapal perikanan tahap pertama telah tiba di Indonesia dengan lancar,” ujarnya.
Ia menegaskan, kerja sama Indonesia–Tiongkok tidak akan berhenti pada kegiatan penangkapan ikan.
Perusahaan Tiongkok akan bekerja sama dengan mitra Indonesia untuk membentuk perusahaan patungan sekaligus membangun basis kegiatan perikanan.
Pengembangan tersebut mencakup pembangunan cold storage, pelabuhan, fasilitas pengolahan hasil perikanan serta berbagai infrastruktur pendukung.
Menurutnya, pembangunan fasilitas tersebut diharapkan mampu memberikan dampak terhadap perekonomian daerah, memperkuat industri perikanan, membuka lapangan kerja serta menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat.
Tekankan Perikanan Berkelanjutan
Dalam kesempatan itu, Wakil Dubes Tiongkok juga menekankan pentingnya prinsip keberlanjutan dalam pemanfaatan sumber daya laut.
Ia mengatakan Tiongkok terus meningkatkan modernisasi sarana dan prasarana perikanan laut dalam, memperkuat perlindungan sumber daya laut serta mengembangkan teknologi untuk mendukung pembangunan kelautan berkelanjutan.
Selain itu, Tiongkok menerapkan pemantauan dinamis dan pengawasan terhadap kapal perikanan laut dalam serta berkomitmen memberantas kegiatan penangkapan ikan ilegal.
Menurutnya, aspek keselamatan, perlindungan lingkungan, keberlanjutan sumber daya perikanan dan perlindungan tenaga kerja merupakan bagian penting dalam pengelolaan perikanan laut dalam.
Sementara Indonesia, kata dia, merupakan negara maritim sekaligus salah satu negara perikanan besar yang memiliki potensi kelautan sangat besar.
Kebijakan Indonesia dalam mendorong transformasi ekonomi biru dinilai membuka ruang kerja sama yang luas dengan Tiongkok, khususnya dalam pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan.
“Kerja sama perikanan antara kedua negara harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk nelayan dan tenaga kerja lokal,” katanya.
Tiga Usulan Tiongkok
Untuk memperkuat kerja sama tersebut, Wakil Dubes Tiongkok menyampaikan tiga usulan kepada kedua negara.
Pertama, memperkuat komunikasi dan koordinasi secara berkala antara kementerian yang berwenang di Indonesia dan Tiongkok.
Kedua, memperkuat peran pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Provinsi Maluku, dalam memberikan dukungan dan pengarahan terhadap pelaksanaan proyek kerja sama.
Ketiga, seluruh perusahaan dari kedua negara diminta menjalankan kegiatan usaha sesuai hukum dan ketentuan yang berlaku serta memenuhi persyaratan dalam Pedoman Kerja Sama Teknis Tiongkok–Indonesia.
Hal yang menjadi perhatian khusus adalah keterlibatan tenaga kerja lokal.
Perusahaan diharapkan aktif merekrut awak kapal lokal sehingga investasi perikanan tidak hanya menghasilkan aktivitas ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat langsung kepada masyarakat di daerah.
“Diharapkan perusahaan dapat secara aktif merekrut awak kapal lokal, memberikan manfaat bagi masyarakat setempat dan mendorong pembangunan daerah,” tegasnya.
Ia menambahkan, kerja sama perikanan merupakan salah satu bagian penting dari hubungan Tiongkok dan Indonesia. Karena itu, pembangunan berkelanjutan harus menjadi kepentingan bersama kedua negara.
Wakil Dubes Tiongkok berharap peluncuran kerja sama tersebut menjadi titik awal bagi pengembangan perikanan Indonesia–Tiongkok yang sehat, berkelanjutan dan saling menguntungkan.
“Kami berharap Tiongkok dan Indonesia dapat menjadikan kegiatan peluncuran ini sebagai titik awal untuk berjalan bersama dan mendorong kerja sama perikanan Tiongkok–Indonesia agar dapat berlayar dan berkembang secara sehat,” katanya.
Kedutaan Besar RRT di Indonesia, lanjutnya, akan terus mendukung kerja sama ekonomi biru kedua negara serta mendorong kerja sama pragmatis agar semakin mendalam dan menghasilkan manfaat nyata bagi kedua pihak.
中国驻印尼使馆副馆长推动可持续渔业合作 为马鲁古创造就业机会
图阿尔 | LINTAS-PULAU.COM —— 中印渔业合作正从单纯的渔业捕捞,进一步向综合渔业产业发展、基础设施建设、创造当地就业机会以及促进地方经济增长等领域延伸。
中国驻印度尼西亚大使馆副馆长在马鲁古举行的中印渔业捕捞合作启动仪式上发表讲话时表示,双方应进一步加强渔业领域务实合作,让合作成果更多惠及当地社会和民众。
他表示,此次合作启动是进一步加强中国和印度尼西亚两国渔业合作的重要契机。
此次合作也是落实《中印关于可持续渔业合作技术指南》的重要举措。2024年11月,中国国家主席习近平和印度尼西亚总统普拉博沃共同见证了相关文件的签署。
据介绍,中方按照合作指南,通过严格程序对渔船进行筛选,并向印尼方面提出推荐。
第一批渔船随后接受了印度尼西亚海洋事务与渔业部以及有关政府部门的检查和审核。
他说:“在经过印度尼西亚海洋事务与渔业部以及有关政府部门的认真检查和审核后,第一批渔船已经顺利抵达印度尼西亚。”
他强调,中印渔业合作不会仅仅停留在捕捞活动层面。
根据合作计划,中国企业将与印度尼西亚合作伙伴成立合资企业,并建设渔业活动基地。
相关项目包括建设冷库、港口、渔产品加工设施以及其他配套基础设施。
他表示,这些项目有望进一步推动地方经济发展,促进渔业产业升级,创造更多就业机会,并为当地经济增长注入新的动力。
强调可持续渔业发展
在活动中,中国驻印尼使馆副馆长同时强调了可持续利用海洋资源的重要性。
他说,中国将继续推进远洋渔业设施和基础设施现代化,加强海洋资源保护,并发展支持可持续海洋发展的相关技术。
与此同时,中国对远洋渔船实施动态监测和严格监管,并持续打击非法捕捞活动。
他说,渔船安全、环境保护、渔业资源可持续利用以及劳动者权益保护,都是远洋渔业发展的重要组成部分。
他表示,印度尼西亚是海洋大国和重要渔业国家,拥有丰富的海洋和渔业资源。
印度尼西亚推动蓝色经济转型的政策,也为中印两国在可持续海洋资源利用领域开展合作提供了广阔空间。
他说:“中印两国的渔业合作应该为当地社会带来实际利益,包括惠及渔民和当地劳动者。”
中方提出三点建议
为进一步加强两国渔业合作,中国驻印尼使馆副馆长提出三点建议。
第一,加强两国有关部门之间的定期沟通与协调。
双方有关部门应进一步加强交流与沟通,共同推动渔业合作深入发展。
第二,加强地方政府的作用。
希望马鲁古省政府进一步加强对合作项目的支持和指导,推动有关部门、地方政府以及两国企业建立良好的合作关系,为项目实施创造良好条件。
第三,依法依规开展经营活动。
希望两国企业严格遵守有关法律法规以及《中印渔业合作技术指南》的相关要求,依法开展渔业捕捞和经营活动。
其中,当地就业问题受到特别关注。
中方希望有关企业积极招聘当地船员,使渔业投资不仅能够推动经济活动,同时也能够让当地民众直接受益。
他说:“希望企业能够积极招聘当地船员,让当地民众受益,并推动地方发展。”
他表示,渔业合作是中印两国合作的重要组成部分,而可持续发展则是双方共同关注的利益。
中国驻印尼使馆副馆长希望,此次合作启动能够成为新的起点,推动中印渔业合作朝着健康、稳定、可持续和互利共赢的方向发展。
他说:“希望中国和印度尼西亚以此次启动活动为新的起点,携手前行,推动中印渔业合作健康发展。”
他表示,中国驻印度尼西亚大使馆将继续支持两国蓝色经济合作,推动双方务实合作不断深化,并为两国合作取得更加具体和实际的成果提供支持。