Amir Rumra Ajak Warga Tual Rawat Kerukunan Jelang Sidang MPL 2026

TUAL | LINTAS-PULAU.COM : Wakil Wali Kota Tual H. Amir Rumra mengajak seluruh masyarakat Kota Tual menjaga persaudaraan, kerukunan, toleransi, kebersihan, serta keamanan menjelang pelaksanaan Sidang Majelis Pekerja Lengkap (MPL) Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) Tahun 2026.

Ajakan tersebut disampaikan Amir saat menghadiri sekaligus membacakan sambutan dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Tual dengan agenda Penutupan Masa Sidang II dan Pembukaan Masa Sidang III Tahun Sidang 2026, serta Penyerahan Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Kota Tual, Selasa (8/9/2026).

Lewat kesempatan itu, Amir menegaskan keberagaman masyarakat Kota Tual merupakan anugerah sekaligus modal sosial yang harus terus dirawat untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis dan damai.

“Keberagaman yang kita miliki adalah anugerah Tuhan yang harus terus dirawat sebagai modal sosial dalam pembangunan Kota Tual yang harmonis dan damai,” ujar Amir.

Ia mengingatkan, pelaksanaan Sidang MPL Sinode GPM yang dijadwalkan berlangsung di Kota Tual pada Oktober 2026 menjadi agenda besar yang membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.

Kota Tual bersama Klasis GPM Pulau-Pulau Kei Kecil dan Kota Tual dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan tersebut. Sidang MPL GPM 2026 diperkirakan dihadiri lebih dari 300 peserta dari berbagai wilayah pelayanan GPM di Maluku. 

Menurut Amir, momentum tersebut bukan hanya penting bagi GPM, tetapi juga menjadi kesempatan bagi masyarakat Kota Tual menunjukkan karakter Bumi Maren yang menjunjung tinggi persaudaraan, toleransi, keramahan, dan kebersamaan.

“Bulan Oktober ada kegiatan event yang sangat besar. Basudara kita umat Protestan akan melaksanakan Sidang MPL di Kota Tual. Peserta dari umat Protestan di Maluku akan hadir di Bumi Maren,” ungkapnya.

Karena itu, Amir meminta masyarakat ikut mengambil bagian dalam menyukseskan kegiatan tersebut dengan menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, bersih, dan tertib.

“Kita hadirkan senyum kepada mereka. Kebersihan harus kita jaga dengan baik. Situasi dan kondisi Kamtibmas harus kita jaga dengan baik,” tegasnya.

Amir berharap para peserta yang datang ke Kota Tual membawa pulang kesan positif tentang kehidupan masyarakat di Bumi Maren.

Ia juga menekankan pentingnya semangat Tual Maryadat sebagai kekuatan kolektif masyarakat dalam membangun daerah yang maju, aman, religius, berbudaya, sejahtera, berdaya saing, dan berkelanjutan.

“Perbedaan pandangan dan latar belakang justru harus menjadi kekuatan, bukan pemisah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Amir meminta jajaran pemerintah dan masyarakat membangun kerja sama untuk memastikan pelaksanaan Sidang MPL Sinode GPM 2026 berlangsung aman, tertib, dan sukses.

Ia menilai kehadiran ratusan peserta dari berbagai daerah merupakan kesempatan bagi Kota Tual untuk memperlihatkan wajah daerah yang terbuka dan menjunjung tinggi nilai persaudaraan.

“Mari kita sambut dengan kehangatan dan kebersamaan,” ajaknya.

Amir menegaskan Pemerintah Kota Tual berkomitmen memperkuat kerukunan antarwarga dan memastikan berbagai agenda besar yang berlangsung di daerah dapat berjalan dengan baik.

Ia berharap Sidang MPL Sinode GPM 2026 tidak hanya menghasilkan keputusan strategis bagi pelayanan gereja, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap penguatan persaudaraan dan kerukunan masyarakat di Kota Tual.

“Pemerintah dan masyarakat harus bersama-sama membangun Kota Tual yang lebih baik,” pungkasnya.